MERAUKE (PAPOS)�Masyarakat disekitar Jalan Brawijaya, Kelurahan Kelapa Lima, Kota Merauke digegerkan dengan penemuan sesosok mayat di pinggir jalan. Setelah dilakukan identifikasi, ternyata korban adalah Andreas Bapaimu (30) tahun. Kondisi korban saat ditemukan sangat memprihatinkan karena terdapat luka menganga lebar di bagian belakang dan ususnya terburai keluar.
Kapolres Merauke, AKBP Hadi Ramdani melalui Humas-nya, AKP Richard Nainggolan saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (23/3) membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. �Memang saat ditemukan pertama, kondisinya sangat memprihatinkan dan sudah tidak bernyawa lagi. Korban ditemukan pertama oleh Eko dalam posisi tidur menyamping,� ungkap Nainggolan.
Kronologis kasusnya, demikian Nainggolan, saat itu, korban melintas di seputaran Jalan Brawijaya Minggu (22/3) sekitar pukul 17.30 Wit. Begitu kagetnya saksi tatkala melihat sesosok mayat yang tak bernyawa lagi. Seketika juga dirinya langsung berteriak sehingga masyarakat langsung berdatangan ke tempat kejadian perkara (TKP). Belum diketahui secara pasti daan jelas siapa saja pelaku yanag nekad membacok korban dengan menggunakan kampak.
Disinggung apakah sudah bisa diidentifikasi para pelaku yang membacok korban, Nainggolan mengungkapkan, polisi masih sedang melakukan penyelidikan. �Kita juga belum sempat memanggil orangtua dari korban untuk dimintai keterangan lantaran mereka masih berduka. Mungkin beberapa hari ke depan baru akan dipanggil penyidik Polres Merauke,� katanya.
Nainggolan menambahkan, polisi akan melacak saat-saat terakhir kepergian korban dari rumah. Artinya, bisa menggali informasi siapa saja yang keluar bersama dia. Dari situ akan bisa dikembangkan lagi guna mengungkap pelaku pembacokan. �Untuk sementara saya belum bisa memberikan informasi secara detail, tetapi yang jelas bahwa korban meninggal karena dibacok dengan menggunakan kampak. Cepat atau lambat akan terungkap siapa-siapa pelakunya,� tegas Nainggolan. [frans]
Ditulis oleh Frans/Papos
Selasa, 23 Maret 2010 00:00
Labels
- Aneka Berita (12)
- assylumseeker (1)
- baku tembak (11)
- Bintang Kejora (2)
- Demo (1)
- Demokrasi (2)
- demonstrasi (2)
- dialogue (1)
- features (36)
- Freeport (1)
- gelagat Papua Merdeka (6)
- gelagat penjajah (19)
- gerilya (26)
- gerilya kampung (1)
- gerilya kota (6)
- gerilya rimba (20)
- gold (1)
- gugat Otsus (4)
- HAM (2)
- hamadat (1)
- hukum kolonial (11)
- humanrights (1)
- kasus pembunuhan (3)
- keamanan (2)
- Kekerasan (2)
- laporan (2)
- mabuk (2)
- MADAT (2)
- Masyarakat Adat (3)
- Mati Misterius (1)
- Melanesia (2)
- Mimika (1)
- MRP (2)
- nggoliar tabuni (4)
- operasi militer (2)
- Opini (2)
- opini Papindo (6)
- opini penghianat (2)
- opini penjajah (6)
- Otonomisasi (7)
- Otsus (2)
- Otsus gagal (5)
- Panglima TRWP (2)
- Papua (14)
- Papua Merdeka (13)
- papuanrefugee (1)
- Pembunuhan (2)
- penangkapan (1)
- Penghianat (8)
- penghianat bangsa (7)
- penghianat perjuangan (5)
- penghianatan perjuangan (6)
- pengibaran bintang kejora (2)
- perang suku (1)
- perempuan (2)
- Perempuan Papua (2)
- Pesan Khusus (2)
- PNG (2)
- polisi PNG (2)
- politik pemekaran (2)
- politik regional (2)
- Publikasi (2)
- Sejarah (4)
- sejarah penjajahan (2)
- seminar (2)
- Surat (2)
- Surat Kecaman (2)
- Surat Keputusan (2)
- tapol/napol (4)
- Tentara Revolusi Papua Barat (2)
- teror tni (6)
- Terorisme (8)
- terorisme di Indonesia (2)
- terorisme negara (3)
- Terror Negara (6)
- TPN/OPM (6)
- TRWP (6)
- usul MRP (1)
- westpauanrefugees (1)
Blog Archive
Twitter Updates
Cari Blog Ini
Senin, 22 Maret 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar:
Posting Komentar