Puluhan orang yang tergabung dalam kelompok Demokrasi HAM untuk Papua menggelar aksi unjukrasa di Halaman Gedung DPRP, Rabu (12/5) siang untuk memperingati Hari Pelanggaran HAM Sedunia yang jatuh pada Rabu (12/5).JAYAPURA—-Puluhan mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Demokrasi HAM untuk Papua menggelar aksi unjukrasa di Halaman Gedung DPRP, Rabu (12/5) siang. Aksi unjukrasa ini digelar untuk memperingati Hari Pelanggaran HAM Sedunia yang jatuh pada Rabu (12/5).
Setelah tiba di Halaman DPRP, para pengunjukrasa mengutus beberapa orang delegasi untuk menemui pimpinan dan anggota DPRP. Beberapa saat kemudian agggota Komisi B DPRP turun untuk menemui para pengunjukrasa antara lain Thomas Sandegau, Deer Tabuni, Rosiawati serta Pdt Philipus Sabela.
Koordinator Lapangan Demokrasi HAM untuk Papua Mako Tabuni menyerahkan aspirasi mereka dan diterima Deer Tabuni, antara lain menuntut pemerintah Indonesia segera mengembalikan tanah dan rakyat Papua Barat ke pangkuan PBB, karena kasus pelanggaran HAM berat belum dituntaskan oleh NKRI serta meminta PBB dan dunia internasional segera menghentikan dana Otsus.
Deer Tabuni mengutarakan aspirasi yang disampaikan Demokrasi HAM untuk Papua mengatakan pihaknya menerima aspirasi ini dan akan memberikan kepada Komisi A DPRP yang membidangi politik kebetulan semuanya sedang berada di Jakarta untuk bertemu Mendagri dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam rangka memperjuangkan SK MRP No 14 Tahun 2009.
Aparat Samapta Polresta Jayapura didukung anggota Brimob Polda Papua melakukan pengawasan ketat mulai dari pintu gerbang hingga halaman Gedung DPRP. (mdc)
Labels
- Aneka Berita (12)
- assylumseeker (1)
- baku tembak (11)
- Bintang Kejora (2)
- Demo (1)
- Demokrasi (2)
- demonstrasi (2)
- dialogue (1)
- features (36)
- Freeport (1)
- gelagat Papua Merdeka (6)
- gelagat penjajah (19)
- gerilya (26)
- gerilya kampung (1)
- gerilya kota (6)
- gerilya rimba (20)
- gold (1)
- gugat Otsus (4)
- HAM (2)
- hamadat (1)
- hukum kolonial (11)
- humanrights (1)
- kasus pembunuhan (3)
- keamanan (2)
- Kekerasan (2)
- laporan (2)
- mabuk (2)
- MADAT (2)
- Masyarakat Adat (3)
- Mati Misterius (1)
- Melanesia (2)
- Mimika (1)
- MRP (2)
- nggoliar tabuni (4)
- operasi militer (2)
- Opini (2)
- opini Papindo (6)
- opini penghianat (2)
- opini penjajah (6)
- Otonomisasi (7)
- Otsus (2)
- Otsus gagal (5)
- Panglima TRWP (2)
- Papua (14)
- Papua Merdeka (13)
- papuanrefugee (1)
- Pembunuhan (2)
- penangkapan (1)
- Penghianat (8)
- penghianat bangsa (7)
- penghianat perjuangan (5)
- penghianatan perjuangan (6)
- pengibaran bintang kejora (2)
- perang suku (1)
- perempuan (2)
- Perempuan Papua (2)
- Pesan Khusus (2)
- PNG (2)
- polisi PNG (2)
- politik pemekaran (2)
- politik regional (2)
- Publikasi (2)
- Sejarah (4)
- sejarah penjajahan (2)
- seminar (2)
- Surat (2)
- Surat Kecaman (2)
- Surat Keputusan (2)
- tapol/napol (4)
- Tentara Revolusi Papua Barat (2)
- teror tni (6)
- Terorisme (8)
- terorisme di Indonesia (2)
- terorisme negara (3)
- Terror Negara (6)
- TPN/OPM (6)
- TRWP (6)
- usul MRP (1)
- westpauanrefugees (1)
Blog Archive
Twitter Updates
Cari Blog Ini
Selasa, 11 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar:
Posting Komentar