KUNJUNGAN : Menkokesra Agung Laksono saat tiba di tempat acara peluncuran PNPM Mandiri dan Kredit Usaha Rakyat untuk Papuadi Kota Jayapura, Sabtu [15/5].
KUNJUNGAN : Menkokesra Agung Laksono saat tiba di tempat acara peluncuran PNPM Mandiri dan Kredit Usaha Rakyat untuk Papuadi Kota Jayapura, Sabtu [15/5].
JAYAPUA [PAPOS] - Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat Republik Indonesia, Agung Laksono menegaskan, pemerintah Indonesia terus melakukan pendekatan-pendekatan persuasive, untuk mengajak masyarakat Papua yang masih berseberangan untuk setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, pendekatan dengan mengangkat senjata sudah bukan saatnya lagi, tetapi bagaimana saat ini lebih kepada pendekatan kesejahteraan. Dengan kesejahteraan masyarakat Papua akan terus membaik, maka sudah tidak ada lagi gejolak yang terjadi di atas Tanah Papua.
Terkait dengan masih adanya gerakan TPN/OPM di beberapa wilayah di Papua, Agung Laksono mengatakan, akan terus melakukan upaya-upaya pendekatan seperti yang dilakukan Menkokesra sebelumnya.
“Saya akan lakukan apa yang dibuat oleh Aburizal Bakrie dengan menurunkan TPN/OPM dari gunung, tapi tidak dengan menggunakan cara-cara kekerasan,” ujarnya kepada wartawan disela-sela kunjungannya ke RSUD Dok II Jayapura, Sabtu [15/5] kemarin.
Dikatakan, masalah TPN/OPM di Tanah Papua akan ditangani dengan baik, karena itulah yang menjadi perhatian pemerintah. Namum, ini juga membutuhkan kerja sama dengan semua pihak. Karena tanpa dukungan mustahil itu bisa kita lakukan. Jelasnya
Oleh sebab itu, dengan kepulangan orang tua kami yang cukup dikenal di Papua, yakni Nicolas Jouwe, pemerintah sangat mengharapkan bisa menggugah hati TPN/OPM yang lain untuk turun dari gunung dan setia kepada NKRI. Dan bersama-sama membangun Papua menuju Papua baru yang damai dan sejahtera, untuk memperkokoh NKRI dari sabang sampai merauke. [anyong]
Ditulis oleh Anyong/Papos
Senin, 17 Mei 2010 00:00
Labels
- Aneka Berita (12)
- assylumseeker (1)
- baku tembak (11)
- Bintang Kejora (2)
- Demo (1)
- Demokrasi (2)
- demonstrasi (2)
- dialogue (1)
- features (36)
- Freeport (1)
- gelagat Papua Merdeka (6)
- gelagat penjajah (19)
- gerilya (26)
- gerilya kampung (1)
- gerilya kota (6)
- gerilya rimba (20)
- gold (1)
- gugat Otsus (4)
- HAM (2)
- hamadat (1)
- hukum kolonial (11)
- humanrights (1)
- kasus pembunuhan (3)
- keamanan (2)
- Kekerasan (2)
- laporan (2)
- mabuk (2)
- MADAT (2)
- Masyarakat Adat (3)
- Mati Misterius (1)
- Melanesia (2)
- Mimika (1)
- MRP (2)
- nggoliar tabuni (4)
- operasi militer (2)
- Opini (2)
- opini Papindo (6)
- opini penghianat (2)
- opini penjajah (6)
- Otonomisasi (7)
- Otsus (2)
- Otsus gagal (5)
- Panglima TRWP (2)
- Papua (14)
- Papua Merdeka (13)
- papuanrefugee (1)
- Pembunuhan (2)
- penangkapan (1)
- Penghianat (8)
- penghianat bangsa (7)
- penghianat perjuangan (5)
- penghianatan perjuangan (6)
- pengibaran bintang kejora (2)
- perang suku (1)
- perempuan (2)
- Perempuan Papua (2)
- Pesan Khusus (2)
- PNG (2)
- polisi PNG (2)
- politik pemekaran (2)
- politik regional (2)
- Publikasi (2)
- Sejarah (4)
- sejarah penjajahan (2)
- seminar (2)
- Surat (2)
- Surat Kecaman (2)
- Surat Keputusan (2)
- tapol/napol (4)
- Tentara Revolusi Papua Barat (2)
- teror tni (6)
- Terorisme (8)
- terorisme di Indonesia (2)
- terorisme negara (3)
- Terror Negara (6)
- TPN/OPM (6)
- TRWP (6)
- usul MRP (1)
- westpauanrefugees (1)
Blog Archive
Twitter Updates
Cari Blog Ini
Sabtu, 15 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar:
Posting Komentar