Puncak Jaya SPMNews: Permintaan Bupati Puncak Jaya, serta ketua Dewan Puncak Jaya kepada Gubernur, Pangdam, serta ke Pemerintah Puasat untuk menjadikan Puncak Jaya sebagai Derah Operasi Militer (DOM) di wilaya Puncak Jaya akhirnya dikabulkan oleh TNI/POLRI. Menurut info yang kami terima dari orang terpercaya di PEMKAB Puncak Jaya bahwa operasi besar-besaran akan dilakukan didalam minggu besok 17 Juni 2010. Persiapan dilakukan dari 4 titik (Empat Kabupaten) untuk pendropan pasukan TNI/POLRI, dari arah Tolikara, Puncak Jaya, Ilaga ( Kab. Puncak).
Menurut orang terpercaya tersebut mengatakan bahwa Anggaran yang dianggarkan dari dana Rakyat/ OTONOMI Khusus sebesar Rp.100m.
Semua rakyat di sekitar Tingginambut dan Pilia, Monia di ungsikan ke kampung-kampung yang jauh dari daerah yang ditargetkan menjai Daerah Operasi Militer (DOM).
Sebagian dari mereka memilih untuk mengungsi ke Wamena, ada ke Puncak Jaya, ada yang ke Tolikara. Operasi akan di jalankan jika ada komando bergerak dari Kapolda Papua dan Pangdam Papua, sedangkan komando untuk pendropan Pasukan serta Alat perang sudah dilakukan didalam minggu ini.
Pendropan pasukan membuat rakyat di 4 Kabupaten panic karena trauma dengan perlakuan TNI/POLRI didalam operasi-operasi sebelumnya.
Goliat Tabuni, Gen. TRWP nyatakan siap untuk berperang, namun ia masih mengadakan perhitungan amunisi karena mereka kekurangan Amunisi. Adik kandungnya seorang perempuan dikirim ke Vanimo untuk membeli amunisi, sayangnya ia masuk ke alamat dan orang yang salah sehingga dana sumbangan untuk membeli amunisi lenyap di pertengahan usahanya.
Demikian
Labels
- Aneka Berita (12)
- assylumseeker (1)
- baku tembak (11)
- Bintang Kejora (2)
- Demo (1)
- Demokrasi (2)
- demonstrasi (2)
- dialogue (1)
- features (36)
- Freeport (1)
- gelagat Papua Merdeka (6)
- gelagat penjajah (19)
- gerilya (26)
- gerilya kampung (1)
- gerilya kota (6)
- gerilya rimba (20)
- gold (1)
- gugat Otsus (4)
- HAM (2)
- hamadat (1)
- hukum kolonial (11)
- humanrights (1)
- kasus pembunuhan (3)
- keamanan (2)
- Kekerasan (2)
- laporan (2)
- mabuk (2)
- MADAT (2)
- Masyarakat Adat (3)
- Mati Misterius (1)
- Melanesia (2)
- Mimika (1)
- MRP (2)
- nggoliar tabuni (4)
- operasi militer (2)
- Opini (2)
- opini Papindo (6)
- opini penghianat (2)
- opini penjajah (6)
- Otonomisasi (7)
- Otsus (2)
- Otsus gagal (5)
- Panglima TRWP (2)
- Papua (14)
- Papua Merdeka (13)
- papuanrefugee (1)
- Pembunuhan (2)
- penangkapan (1)
- Penghianat (8)
- penghianat bangsa (7)
- penghianat perjuangan (5)
- penghianatan perjuangan (6)
- pengibaran bintang kejora (2)
- perang suku (1)
- perempuan (2)
- Perempuan Papua (2)
- Pesan Khusus (2)
- PNG (2)
- polisi PNG (2)
- politik pemekaran (2)
- politik regional (2)
- Publikasi (2)
- Sejarah (4)
- sejarah penjajahan (2)
- seminar (2)
- Surat (2)
- Surat Kecaman (2)
- Surat Keputusan (2)
- tapol/napol (4)
- Tentara Revolusi Papua Barat (2)
- teror tni (6)
- Terorisme (8)
- terorisme di Indonesia (2)
- terorisme negara (3)
- Terror Negara (6)
- TPN/OPM (6)
- TRWP (6)
- usul MRP (1)
- westpauanrefugees (1)
Blog Archive
Twitter Updates
Cari Blog Ini
Jumat, 14 Mei 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)





0 komentar:
Posting Komentar